Perusahaan Asing Berebut Cuan dari Bisnis Coworking Space

Perusahaan Asing Berebut Cuan dari Bisnis Coworking Space
Penyedia layanan sewa ruang kerja bersama (coworking space) dari Belanda dan Australia ikut meramaikan kompetisi bisnis di Indonesia. Hal ini searah dengan berkembangnya startup dan besarnya jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Tanah Air. Yang terupdate, perusahaan coworking space asal Belanda, Spaces. Spaces ialah komponen dari International Workspace group (IWG) yang juga mengelola Regus, salah satu pemain besar dalam bisnis service and virtual office internasional.

“Indonesia yakni pasar yang besar dan menarik, terpenting di Jakarta, ” kata Country Manager Spaces Indonesia Vijayakumar Tangarasan di Jakarta, Kamis (25/10). Lokasi pertama Spaces berada di World Trade Center (WTC) 3, Jakarta yang bakal dibuka pada November 2018 akan datang. Luas coworking space hal yang demikian menempuh 2.226 meter persegi, yang memuat 330 workstations.

Baca juga : sewa kantor murah jakarta

Besarnya potensi bisnis coworking space di Indonesia juga diamini oleh Pendiri dan CEO Spaces Martijn Roordink. Dia mencatat, kontribusi industri ini baru 3% dari bisnis real estate. “Kami proyeksi (kontribusinya) tumbuh sampai 30%,” kata ia. Adapun Spaces didirikan pada 2006. Spaces sudah mempunyai 155 lokasi coworking space di sebagian negara, termasuk Belanda, Amerika Serikat (AS), Singapura, Indonesia, dan Australia. Anggotanya beraneka, seperti Happy Hour Fridays, Spaces Book Club and Partners, Uber, Booking.com, Paypal, sampai GoPro.

“Mendirikan Spaces di Jakarta ialah komponen yang benar-benar krusial dan ini yakni kans untuk menampakkan apa yang dapat kami berikan untuk perusahaan, profesional ataupun pekerja lepas,” kata Martijn. Cuma, Brand Manager Spaces untuk Asia Pasifik Margot Van Der Poel menyadari, kompetisi bisnis coworking space di Indonesia cukup besar. Untuk itu, perusahaannya konsentrasi menghadirkan suasana kerja kreatif dengan etos kewirausahaan yang berbeda dengan konsep Eropa kontemporer.

Spaces juga membawa elemen lokal seperti cafe yang menyediakan hidangan kopi khas nusantara. “Kami konsentrasi pada suasana yang berbeda, ukuran dan tetap (dalam penyediaan layanan), ” kata ia. Searah dengan taktik ini, dia malah membuka kans untuk ekspansi ke kota lain di Indonesia.

Sementara, penyedia coworking space khusus financial technology (fintech) asal Australia, Stone & Chalk akan menggandeng UnionSPACE dan membuka FintechSPACE di Indonesia. CEO UnionSPACE Albert Goh mengatakan, kerjasama ini bertujuan memberikan wadah bagi para pelaku bisnis fintech di kedua negara untuk meningkatkan kwalitas bisnisnya. Para pengguna memperoleh jalan masuk untuk mengaplikasikan coworking space milik UnionSPACE dan Stone & Chalk di Indonesia dan Australia. Kecuali itu, pengguna juga akan dikaitkan dengan Venture Capital atau perusahaan pemberi modal. \\\”Dengan banyaknya startup di bidang fintech, UnionSPACE merasa perlu memperkuat fondasi fintech dalam negeri,” kata ia.

Pengusaha lokal seperti Perusahaan perfilman milik Raam Punjabi, PT Tripar Multivision Plus juga merambah bisnis coworking space, dengan mendirikan unit usaha Greenhouse. Greenhouse membuka coworking space pertamanya di Multivision Tower yang berlokasi di Kuningan, Jakarta pada Januari lalu. Sekretaris Jenderal Asosiasi Coworking Space Indonesia Felencia Hutabarat mencatat, jumlah unit bisnis ini meningkat dari 45 pada 2016, menjadi 150 di 2017, dan bertambah lagi menjadi 200 per Juni 2018.

Artikel lainnya : pintu garasi

Cuma, industri ini mempunyai banyak tantangan dari sisi undang-undang, seperti pajak maupun perizinan. “Kami tak punya nomenklatur, sehingga perizinan dan pajaknya masih membingungkan,” katanya. Dari sisi perizinan, contohnya, coworking space digolongkan sebagai kantor virtual. Di DKI Jakarta, kantor virtual dikontrol lewat SE PTSP DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2016, yang ialah pengembangan dari Perda DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 1014 seputar zonasi. Sebelumnya, sebab ketiadaan hukum konkret, kantor-kantor virtual sempat ditutup, lalu dibuka kembali pada 2016.